Home Playlist Login
Kultum 29 Dec 2025

Adab Berbeda Pendapat dalam Islam

Simpan
Adab Berbeda Pendapat dalam Islam
Perbedaan pendapat adalah sunnatullah yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia. Perbedaan muncul karena latar belakang, pemahaman, pengalaman, dan cara pandang yang beragam. Islam tidak melarang adanya perbedaan pendapat, namun memberikan pedoman yang jelas tentang adab dan etika dalam menyikapinya.
Banyak konflik sosial dan perpecahan umat bukan karena perbedaan itu sendiri, melainkan karena hilangnya adab dalam menyampaikan pendapat. Ketika ego mengalahkan akhlak, perbedaan berubah menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan.
Landasan Al-Qur’an tentang Persatuan
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)
Ayat ini menegaskan bahwa persatuan umat harus dijaga di atas nilai-nilai Islam. Perbedaan pendapat tidak boleh menghancurkan ukhuwah, karena persaudaraan dalam iman lebih utama daripada memenangkan argumen.
Landasan Hadis tentang Perbedaan
إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا اجْتَهَدَ فَأَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ
Artinya: “Apabila seorang hakim berijtihad lalu benar, maka baginya dua pahala; dan apabila ia berijtihad lalu salah, maka baginya satu pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa perbedaan hasil ijtihad adalah hal yang wajar dan tetap bernilai pahala selama dilakukan dengan niat yang ikhlas dan metode yang benar. Karena itu, perbedaan tidak seharusnya disikapi dengan celaan dan permusuhan.
Adab Berbeda Pendapat dalam Islam
(1) Meluruskan niat untuk mencari kebenaran, bukan mencari kemenangan atau popularitas.
(2) Menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun dan tidak merendahkan pihak lain.
(3) Menghormati pendapat orang lain meskipun tidak sependapat.
(4) Tidak mudah menuduh, mencela, atau memvonis sesat tanpa dasar yang jelas.
(5) Menjaga ukhuwah dan persaudaraan di atas perbedaan.
Contoh Teladan Ulama dalam Berbeda Pendapat
Para ulama terdahulu memiliki perbedaan pendapat dalam banyak masalah fiqih, namun mereka tetap saling menghormati dan menjaga persaudaraan. Perbedaan tidak menjadikan mereka saling memusuhi, melainkan saling mendoakan dan menghargai keilmuan masing-masing.
Bahaya Hilangnya Adab dalam Perbedaan
Hilangnya adab dalam menyikapi perbedaan dapat melahirkan kebencian, perpecahan, dan rusaknya citra Islam sebagai agama rahmat. Perdebatan yang keras dan tidak beretika seringkali menjauhkan manusia dari kebenaran yang sebenarnya.
Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan
Menjaga ukhuwah berarti menempatkan persaudaraan sebagai prioritas utama. Perbedaan pendapat harus dikelola dengan dialog, musyawarah, dan sikap saling memahami, bukan dengan emosi dan permusuhan.
Doa Agar Dijaga dalam Persatuan
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَاهْدِنَا لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ
Artinya: “Ya Allah, satukanlah hati kami dan tunjukilah kami kepada kebenaran dalam perkara yang kami perselisihkan.”
Semoga Allah SWT menjadikan kita umat yang dewasa dalam menyikapi perbedaan, mampu menjaga adab, memperkuat persaudaraan, dan selalu berada di jalan kebenaran yang diridhai-Nya.
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!