Keluarga sebagai Amanah dan Pondasi Peradaban
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun
memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk arah
kehidupan umat dan bangsa. Baiknya suatu masyarakat
sangat ditentukan oleh baiknya keluarga-keluarga yang
ada di dalamnya. Oleh karena itu, Islam menempatkan
keluarga sebagai amanah besar yang harus dijaga dan
dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Banyak persoalan sosial bermula dari rapuhnya institusi
keluarga. Ketika keluarga kehilangan nilai, arah, dan
keteladanan, maka dampaknya akan meluas ke masyarakat.
Sebaliknya, keluarga yang dibangun di atas iman dan
akhlak akan melahirkan generasi yang kuat dan beradab.
Landasan Al-Qur’an tentang Keluarga
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa tanggung jawab menjaga
keluarga bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan
akhirat. Menjaga keluarga dari api neraka berarti
membimbing mereka kepada iman, ibadah, dan akhlak
yang diridhai Allah SWT.
Amanah Orang Tua dalam Keluarga
Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak.
Segala perilaku, ucapan, dan sikap orang tua akan direkam
oleh anak dan menjadi bagian dari kepribadiannya.
Pendidikan terbaik bukan hanya melalui nasihat, tetapi
melalui keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Landasan Hadis tentang Tanggung Jawab Keluarga
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap
kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang
dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa setiap anggota keluarga
memiliki peran dan tanggung jawab. Ayah, ibu, bahkan
anak memiliki kewajiban sesuai perannya masing-masing.
Tidak ada peran yang remeh dalam keluarga.
Dampak Keluarga terhadap Masyarakat
Keluarga yang kuat akan melahirkan individu yang jujur,
bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Sebaliknya,
keluarga yang rusak akan melahirkan berbagai persoalan
sosial seperti kekerasan, penyimpangan moral, dan
hilangnya rasa tanggung jawab sosial.
Oleh sebab itu, memperbaiki masyarakat harus dimulai
dari memperbaiki keluarga. Perubahan besar selalu
berawal dari langkah kecil yang konsisten di dalam rumah.
Menjaga Keharmonisan Keluarga
Keharmonisan keluarga dibangun melalui komunikasi
yang baik, saling menghargai, serta kebiasaan ibadah
bersama. Rumah yang dipenuhi doa dan zikir akan
melahirkan ketenangan bagi seluruh penghuninya.
Doa untuk Keluarga
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami
pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata dan
jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang
bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74)
Semoga Allah SWT menjadikan keluarga-keluarga kita
sebagai keluarga yang kokoh dalam iman, kuat dalam
akhlak, dan mampu melahirkan generasi yang membawa
kebaikan bagi agama, bangsa, dan umat manusia.
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Habib Ismail Al Qadri