Home Playlist Login
Ceramah 29 Dec 2025

Malam Pengampunan, Pembersihan Hati, dan Persiapan Menuju Ramadhan

Simpan
Nishfu Sya’ban Malam Pengampunan, Pembersihan Hati, dan Persiapan Menuju Ramadhan
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang masih memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum bertemu dengan bulan yang paling mulia, yaitu Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang senantiasa memanfaatkan waktu-waktu istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hadirin yang dimuliakan Allah, malam Nishfu Sya’ban bukan malam biasa. Ia adalah malam pertengahan Sya’ban, malam di mana rahmat Allah terbuka luas, ampunan ditawarkan, dan hati-hati manusia diuji: apakah mau kembali kepada Allah atau tetap bertahan dalam dosa dan permusuhan.
Nishfu Sya’ban adalah jembatan menuju Ramadhan. Siapa yang membersihkan diri di Sya’ban, insyaAllah akan dimudahkan menjalani Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kuat.
Nishfu Sya’ban: Malam Rahmat dan Ampunan
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada malam Nishfu Sya’ban, Allah SWT melihat seluruh makhluk-Nya dan memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali orang-orang yang masih menyimpan permusuhan dan kebencian di dalam hatinya.
Ini menunjukkan bahwa dosa bukan hanya soal hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama. Hati yang kotor oleh dendam dan iri menghalangi turunnya ampunan Allah SWT.
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang menyimpan permusuhan.” (HR. Ibnu Majah)
Malam ini adalah undangan terbuka dari Allah SWT agar kita membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Nishfu Sya’ban: Saat Membersihkan Hati
Hadirin yang dirahmati Allah, banyak orang rajin beribadah namun lupa membersihkan hati. Padahal hati adalah pengendali utama seluruh amal. Jika hati rusak, maka amal pun kehilangan nilainya.
Nishfu Sya’ban mengajarkan kita untuk bertaubat bukan hanya dari dosa lahir, tetapi juga dosa batin: sombong, iri, dengki, benci, dan dendam yang dipelihara bertahun- tahun.
Taubat sejati menuntut keberanian untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memaafkan orang lain. Inilah bentuk taubat yang berat tetapi sangat mulia di sisi Allah SWT.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Nishfu Sya’ban adalah waktu terbaik untuk menata ulang hati, agar Ramadhan datang bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai momentum perubahan sejati.
Nishfu Sya’ban dan Persiapan Menyambut Ramadhan
Rasulullah ﷺ memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban. Beliau mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki Ramadhan, agar ketika Ramadhan datang, hati sudah siap dan tubuh sudah terlatih.
Siapa yang masuk Ramadhan tanpa persiapan, ia akan mudah lelah dan kehilangan semangat. Namun siapa yang mempersiapkan diri di Sya’ban, ia akan merasakan manisnya ibadah di bulan Ramadhan.
Nishfu Sya’ban menjadi titik evaluasi: apakah kita siap menyambut Ramadhan dengan iman, atau justru masih dibebani dosa dan konflik batin.
Amal Praktis di Malam Nishfu Sya’ban
(1) Memperbanyak istighfar dan taubat.
(2) Membersihkan hati dari dendam dan permusuhan.
(3) Memperbaiki hubungan keluarga dan sesama.
(4) Meningkatkan ibadah sunnah dan doa.
(5) Menyiapkan niat kuat menyambut Ramadhan.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, bersihkanlah hati kami, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ نُقْطَةَ تَغْيِيرٍ فِي حَيَاتِنَا
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah malam Nishfu Sya’ban sebagai titik perubahan dalam kehidupan kami.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!