Home Playlist Login
Ceramah 29 Dec 2025

Malam Penyerahan Diri, Takdir, dan Harapan Baru

Simpan
Nishfu Sya’ban Malam Penyerahan Diri, Takdir, dan Harapan Baru
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan yang menggenggam takdir, menentukan umur, rezeki, pertemuan, dan perpisahan. Tidak satu pun terjadi di dunia ini kecuali dengan izin dan kehendak-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, hamba Allah yang paling mengenal makna tunduk, pasrah, dan berharap kepada Rabb-nya dalam setiap keadaan.
Hadirin yang dimuliakan Allah, Nishfu Sya’ban adalah malam yang membuat hati orang beriman bergetar. Karena pada malam ini, manusia diingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang apa yang telah ditulis untuk esok dan lusa.
Malam Nishfu Sya’ban adalah malam penyerahan diri. Malam ketika manusia berkata jujur kepada Rabb-nya: “Ya Allah, aku lemah, aku penuh dosa, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.”
Nishfu Sya’ban dan Kesadaran tentang Takdir
Hadirin yang dirahmati Allah, salah satu pelajaran besar dari Nishfu Sya’ban adalah kesadaran tentang takdir. Bahwa hidup manusia berada dalam ketentuan Allah SWT, bukan sepenuhnya dalam kendali manusia.
Berapa umur kita, kapan kita dipanggil pulang, di mana kita wafat, dan dalam keadaan apa kita menghadap Allah, semuanya telah tertulis di Lauhul Mahfuzh.
Kesadaran ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangunkan hati agar tidak sombong, tidak lalai, dan tidak menunda taubat.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, kemudian kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut: 57)
Nishfu Sya’ban mengingatkan bahwa boleh jadi, ini adalah malam terakhir kita bertemu dengan bulan Sya’ban. Siapa yang sadar akan kematian, ia akan serius memperbaiki hidupnya.
Nishfu Sya’ban: Rezeki dan Doa Orang Beriman
Hadirin sekalian, banyak manusia gelisah karena rezeki. Padahal rezeki tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, keluarga, ketenangan, dan iman.
Nishfu Sya’ban adalah malam untuk menyerahkan urusan rezeki kepada Allah SWT. Manusia wajib berusaha, tetapi hati tidak boleh bergantung kepada usaha.
Doa di malam Nishfu Sya’ban adalah doa orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa tanpa pertolongan Allah.
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا فَامْحُنِي وَاكْتُبْنِي سَعِيدًا
Artinya: “Ya Allah, jika Engkau telah menuliskanku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, maka hapuskanlah dan tulislah aku sebagai orang yang bahagia.”
Doa ini bukan menentang takdir, tetapi bentuk kerendahan hati seorang hamba yang berharap kebaikan dari Allah Yang Maha Pengasih.
Nishfu Sya’ban sebagai Gerbang Harapan Baru
Hadirin yang dirahmati Allah, Nishfu Sya’ban adalah gerbang terakhir sebelum Ramadhan. Siapa yang masuk gerbang ini dengan hati bersih, ia akan melangkah ke Ramadhan dengan ringan dan penuh semangat.
Harapan terbesar orang beriman bukan panjang umur, tetapi umur yang diberkahi. Bukan banyak harta, tetapi harta yang membawa ketaatan.
Maka Nishfu Sya’ban adalah malam untuk menyusun harapan baru: harapan menjadi hamba yang lebih taat, lebih jujur, lebih sabar, dan lebih bermanfaat.
Amal Nyata di Malam Nishfu Sya’ban
(1) Shalat malam dengan khusyuk dan tenang.
(2) Membaca Al-Qur’an dan merenungi maknanya.
(3) Memperbanyak istighfar dan shalawat.
(4) Berdoa untuk umur, rezeki, dan husnul khatimah.
(5) Menyiapkan niat kuat menyambut Ramadhan.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا أَعْمَارَنَا بِخَيْرٍ وَاجْعَلْ مَا بَقِيَ مِنْ أَعْمَارِنَا فِي طَاعَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, akhirilah umur kami dengan kebaikan dan jadikan sisa umur kami dalam ketaatan kepada-Mu.”
اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلًا
Artinya: “Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan kami di dalamnya.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!