Home Playlist Login
Ceramah 29 Dec 2025

Meneladani Rasulullah sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam

Simpan
Meneladani Rasulullah ﷺ sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam (Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ)
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat berkumpul dalam suasana penuh berkah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, manusia agung yang dengan akhlaknya mampu mengubah wajah dunia, mengangkat manusia dari jurang kehinaan menuju kemuliaan, dari kegelapan menuju cahaya iman.
Hadirin yang dimuliakan Allah, Maulid Nabi ﷺ bukan sekadar mengenang tanggal kelahiran, bukan pula hanya tradisi turun-temurun. Maulid adalah momentum untuk bertanya kepada diri kita masing-masing: *Sudah sejauh mana Nabi Muhammad ﷺ hadir dalam kehidupan kita?*
Apakah beliau hanya hadir dalam shalawat di lisan, atau benar-benar hidup dalam akhlak, sikap, dan perilaku kita sehari-hari? Karena cinta sejati kepada Rasulullah ﷺ tidak cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan keteladanan.
Dunia Sebelum Kelahiran Rasulullah ﷺ
Sebelum kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, dunia berada dalam masa yang disebut sebagai zaman jahiliyah. Bukan karena manusia tidak pintar, tetapi karena kehilangan arah hidup dan nilai moral.
Manusia menyembah berhala hasil ciptaan tangannya sendiri. Yang kuat menindas yang lemah. Anak perempuan dikubur hidup-hidup. Minuman keras dianggap kebanggaan. Zina dan kezaliman menjadi budaya.
Di tengah kegelapan itulah Allah SWT menghadirkan seorang bayi bernama Muhammad ﷺ, bukan dari keluarga bangsawan, bukan pula dari kalangan penguasa, tetapi dari keluarga yang Allah siapkan untuk memikul amanah besar perubahan peradaban.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Ayat ini bukan sekadar pujian, tetapi pernyataan misi. Rasulullah ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam: rahmat bagi yang miskin, rahmat bagi yang tertindas, bahkan rahmat bagi musuh-musuhnya.
Akhlak Rasulullah ﷺ yang Mengubah Dunia
Hadirin yang dimuliakan Allah, senjata terbesar Rasulullah ﷺ bukan pedang, bukan harta, bukan kekuasaan, melainkan akhlak. Akhlak inilah yang menembus hati manusia dan meluluhkan kekerasan jahiliyah.
Beliau jujur sehingga dijuluki Al-Amin. Beliau pemaaf meski disakiti. Beliau lembut meski dihina. Bahkan ketika ditawarkan malaikat untuk membinasakan penduduk Thaif, beliau justru berdoa agar mereka diberi hidayah.
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Inilah inti Maulid Nabi ﷺ. Jika umat Islam rajin bershalawat tetapi lisannya kasar, tangannya zalim, dan hatinya penuh kebencian, maka ada yang salah dalam memahami makna Maulid.
Akhlak Rasulullah ﷺ seharusnya hidup dalam rumah tangga, dalam bermasyarakat, dalam berdagang, dalam memimpin, dan bahkan dalam berbeda pendapat.
Maulid Nabi ﷺ dan Tantangan Zaman Sekarang
Hadirin sekalian, tantangan umat hari ini bukan lagi penyembahan berhala batu, tetapi penyembahan ego, harta, dan popularitas. Akhlak semakin tergerus oleh emosi dan kepentingan pribadi.
Media sosial dipenuhi hujatan. Perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan. Persaudaraan rusak karena hal-hal sepele. Di sinilah Maulid Nabi ﷺ menjadi sangat relevan.
Jika Rasulullah ﷺ hadir di tengah kita hari ini, akhlak beliau akan menjadi solusi: lembut tapi tegas, santun tapi prinsipil, penuh kasih tapi tidak kompromi dengan kezaliman.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحِبِّينَ لِنَبِيِّكَ وَالْمُتَّبِعِينَ لِسُنَّتِهِ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mencintai Nabi-Mu dan mengikuti sunnahnya.”
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَخْلَاقَنَا وَاجْمَعْ قُلُوبَنَا وَاحْفَظْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ﷺ
Artinya: “Ya Allah, perbaikilah akhlak kami, satukanlah hati kami, dan jagalah umat Muhammad ﷺ.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!