Tahun Baru Hijriyah
Mengawali Tahun dengan Taubat
dan Pembaruan Amal
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Membolak-balikkan waktu,
yang menggulirkan hari demi hari, bulan demi bulan,
hingga kita kembali dipertemukan dengan Tahun Baru
Hijriyah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
Nabi Muhammad ﷺ, teladan hijrah sepanjang zaman,
yang mengajarkan kepada umatnya bahwa perubahan
besar selalu dimulai dari keberanian memperbaiki diri.
Hadirin yang dimuliakan Allah, malam 1 Muharram bukan
sekadar malam pergantian kalender. Ia adalah malam
perenungan, malam doa, dan malam pengakuan diri
bahwa kita adalah hamba yang penuh kekurangan.
Setiap tahun yang berlalu membawa dua hal: amal yang
akan dipertanggungjawabkan dan dosa yang membutuhkan
ampunan. Maka Tahun Baru Hijriyah adalah saat terbaik
untuk kembali kepada Allah dengan hati yang tunduk.
Taubat: Gerbang Pembuka Tahun Baru
Islam mengajarkan bahwa perubahan sejati tidak dimulai
dari rencana besar, tetapi dari taubat yang tulus. Tanpa
taubat, resolusi hanyalah angan-angan. Dengan taubat,
dosa masa lalu dibersihkan dan lembaran baru dibuka.
Taubat bukan hanya untuk orang yang merasa banyak
dosanya, tetapi kebutuhan setiap manusia. Bahkan
orang saleh pun memperbanyak taubat karena takut
amalnya tidak diterima oleh Allah SWT.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah
kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.”
(QS. At-Tahrim: 8)
Taubat nasuha adalah taubat yang lahir dari penyesalan
yang mendalam, berhenti dari dosa, dan bertekad kuat
untuk tidak mengulanginya. Inilah fondasi awal memasuki
tahun baru dengan hati yang bersih.
Doa sebagai Senjata Orang Beriman
Hadirin yang dirahmati Allah, di pergantian tahun, tidak
ada senjata yang lebih kuat daripada doa. Doa adalah
pengakuan bahwa manusia lemah dan Allah Maha Kuasa.
Doa akhir tahun adalah penyerahan amal yang telah lalu,
sementara doa awal tahun adalah permohonan perlindungan
dan keberkahan untuk hari-hari yang akan datang.
Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk memperbanyak
doa, terutama di waktu-waktu yang penuh keutamaan,
karena doa mampu mengubah takdir dengan izin Allah.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku,
niscaya Aku kabulkan untukmu.”
(QS. Ghafir: 60)
Tahun Baru Hijriyah seharusnya dipenuhi dengan doa
untuk diri, keluarga, umat, dan negeri. Karena doa orang
beriman adalah bentuk cinta dan kepedulian.
Doa Tanpa Amal adalah Harapan Kosong
Namun Islam juga mengajarkan bahwa doa harus
diiringi dengan amal. Berdoa meminta perubahan tanpa
berusaha memperbaiki diri adalah bentuk kelalaian.
Doa dan amal harus berjalan beriringan.
Tahun Baru Hijriyah dan Tanggung Jawab Bersama
Hadirin sekalian, perbaikan umat tidak cukup dilakukan
secara individu. Tahun Baru Hijriyah harus melahirkan
kesadaran kolektif untuk membangun akhlak, menjaga
persatuan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Jika setiap rumah memperbaiki shalatnya, setiap keluarga
memperbaiki akhlaknya, dan setiap lingkungan memperkuat
ukhuwah, maka umat Islam akan kembali kuat.
Hijrah kolektif berarti berhijrah dari perpecahan menuju
persatuan, dari saling mencela menuju saling mendoakan,
dan dari acuh tak acuh menuju kepedulian.
Amal Nyata di Awal Tahun Hijriyah
(1) Memperbanyak istighfar dan taubat bersama.
(2) Memperbaiki shalat berjamaah dan ibadah rutin.
(3) Menghidupkan majelis ilmu dan Al-Qur’an.
(4) Menumbuhkan kepedulian sosial dan sedekah.
(5) Menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah.
(1) Memperbanyak istighfar dan taubat bersama.
(2) Memperbaiki shalat berjamaah dan ibadah rutin.
(3) Menghidupkan majelis ilmu dan Al-Qur’an.
(4) Menumbuhkan kepedulian sosial dan sedekah.
(5) Menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى
وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا هُوَ آتٍ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami atas apa yang telah
berlalu dan berkahilah kami pada apa yang akan datang.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْعَامَ عَامَ خَيْرٍ
وَأَمْنٍ وَإِيمَانٍ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah tahun ini tahun kebaikan,
keamanan, dan keimanan.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Habib Ismail Al Qadri