Mengelola Waktu sebagai Amanah Kehidupan
Waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT
anugerahkan kepada manusia. Setiap manusia diberi waktu
yang sama dalam satu hari, namun hasil yang diperoleh
sangat bergantung pada bagaimana waktu tersebut
dimanfaatkan. Islam memandang waktu sebagai amanah
yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Banyak manusia menyadari nilai harta dan jabatan, tetapi
lalai terhadap nilai waktu. Padahal, waktu yang berlalu
tidak akan pernah kembali. Kesalahan terbesar manusia
adalah menyia-nyiakan waktu dalam perkara yang tidak
bermanfaat, hingga lupa mempersiapkan bekal untuk
kehidupan akhirat.
Landasan Al-Qur’an tentang Waktu
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar
berada dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Asr: 1–2)
Ayat ini menunjukkan bahwa kerugian terbesar manusia
bukan terletak pada kekurangan harta, tetapi pada
kelalaian dalam memanfaatkan waktu. Allah SWT bahkan
bersumpah dengan waktu untuk menegaskan betapa
pentingnya amanah ini.
Landasan Hadis tentang Pemanfaatan Waktu
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ
الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya: “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu
karenanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini mengingatkan bahwa waktu luang sering kali
disia-siakan karena dianggap tidak berharga. Padahal,
waktu luang adalah kesempatan emas untuk beribadah,
menuntut ilmu, bekerja produktif, dan berbuat kebaikan.
Bentuk Pertanggungjawaban atas Waktu
(1) Waktu akan ditanya untuk apa dihabiskan.
(2) Usia akan dimintai pertanggungjawaban untuk apa dikorbankan.
(3) Kesempatan akan ditanya apakah dimanfaatkan atau disia-siakan.
(4) Potensi diri akan ditanya apakah dikembangkan atau dibiarkan.
(5) Ilmu akan ditanya apakah diamalkan atau ditinggalkan.
(1) Waktu akan ditanya untuk apa dihabiskan.
(2) Usia akan dimintai pertanggungjawaban untuk apa dikorbankan.
(3) Kesempatan akan ditanya apakah dimanfaatkan atau disia-siakan.
(4) Potensi diri akan ditanya apakah dikembangkan atau dibiarkan.
(5) Ilmu akan ditanya apakah diamalkan atau ditinggalkan.
Ciri-ciri Orang yang Menyia-nyiakan Waktu
Orang yang menyia-nyiakan waktu cenderung menunda
pekerjaan, lalai terhadap kewajiban, dan lebih banyak
menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak membawa
manfaat dunia maupun akhirat. Akibatnya, hidup terasa
kosong dan penuh penyesalan.
Manfaat Mengelola Waktu dengan Baik
(1) Hidup lebih terarah dan produktif.
(2) Ibadah lebih terjaga dan konsisten.
(3) Pekerjaan dan tanggung jawab terselesaikan dengan baik.
(4) Hati lebih tenang karena tidak dikejar penyesalan.
(5) Persiapan akhirat lebih matang.
(1) Hidup lebih terarah dan produktif.
(2) Ibadah lebih terjaga dan konsisten.
(3) Pekerjaan dan tanggung jawab terselesaikan dengan baik.
(4) Hati lebih tenang karena tidak dikejar penyesalan.
(5) Persiapan akhirat lebih matang.
Cara Mengelola Waktu secara Islami
(1) Menetapkan niat ibadah dalam setiap aktivitas.
(2) Menyusun prioritas antara kewajiban dan keinginan.
(3) Menjaga shalat tepat waktu sebagai poros aktivitas.
(4) Menghindari kebiasaan menunda-nunda.
(5) Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat.
(1) Menetapkan niat ibadah dalam setiap aktivitas.
(2) Menyusun prioritas antara kewajiban dan keinginan.
(3) Menjaga shalat tepat waktu sebagai poros aktivitas.
(4) Menghindari kebiasaan menunda-nunda.
(5) Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat.
Doa Agar Diberkahi Waktu
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْقَاتِنَا
وَأَعِنَّا عَلَى حُسْنِ اسْتِغْلَالِهَا
Artinya: “Ya Allah, berkahilah waktu-waktu kami dan
tolonglah kami agar mampu memanfaatkannya dengan
sebaik-baiknya.”
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang
pandai menjaga amanah waktu, mampu memanfaatkannya
untuk kebaikan, serta menjadikan hidup kita penuh
makna, produktif, dan diridhai hingga akhir hayat.
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Habib Ismail Al Qadri