Menjaga Hati dari Penyakit Riya dan Hasad
Hati merupakan pusat keimanan dan akhlak seorang muslim.
Baik dan buruknya perilaku seseorang sangat dipengaruhi
oleh kondisi hatinya. Oleh karena itu, Islam memberikan
perhatian besar terhadap kebersihan hati dari berbagai
penyakit batin yang dapat merusak amal dan hubungan
sosial, di antaranya riya dan hasad.
Riya dan hasad seringkali tidak disadari karena muncul
secara halus dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya
tidak selalu tampak dalam perbuatan besar, namun dapat
menyelinap dalam niat, ucapan, dan sikap, sehingga
mengurangi bahkan menghapus nilai amal di sisi Allah SWT.
Pengertian Riya
Riya adalah melakukan suatu amal dengan tujuan agar
dilihat, dipuji, atau mendapatkan penilaian baik dari
manusia. Amal yang seharusnya ditujukan kepada Allah
menjadi tercampur dengan keinginan duniawi, sehingga
keikhlasan pun ternodai.
Landasan Al-Qur’an tentang Riya
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Artinya: “Maka celakalah orang-orang yang shalat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
orang-orang yang berbuat riya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–6)
Ayat ini menunjukkan bahwa riya dapat menghilangkan
nilai ibadah, meskipun ibadah tersebut tampak baik di
mata manusia. Allah SWT tidak menerima amal yang
tidak dilandasi keikhlasan.
Pengertian Hasad
Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat yang
dimiliki orang lain dan berharap agar nikmat tersebut
hilang darinya. Hasad bukan hanya merusak hubungan
sosial, tetapi juga menggerogoti ketenangan hati pelakunya.
Landasan Hadis tentang Hasad
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ
كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
Artinya: “Hindarilah hasad, karena hasad memakan
kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menggambarkan betapa berbahayanya hasad.
Amal-amal kebaikan yang telah dikumpulkan dengan
susah payah dapat habis sia-sia akibat penyakit hati ini.
Dampak Riya dan Hasad dalam Kehidupan
(1) Menghilangkan keikhlasan dan pahala amal.
(2) Menimbulkan kegelisahan dan ketidakpuasan batin.
(3) Merusak hubungan persaudaraan dan silaturahmi.
(4) Menghalangi datangnya keberkahan hidup.
(5) Menjauhkan hati dari ketenangan dan syukur.
(1) Menghilangkan keikhlasan dan pahala amal.
(2) Menimbulkan kegelisahan dan ketidakpuasan batin.
(3) Merusak hubungan persaudaraan dan silaturahmi.
(4) Menghalangi datangnya keberkahan hidup.
(5) Menjauhkan hati dari ketenangan dan syukur.
Cara Menjaga Hati dari Riya dan Hasad
(1) Meluruskan niat sebelum dan sesudah beramal.
(2) Menyadari bahwa pujian manusia tidak menentukan nilai amal di sisi Allah SWT.
(3) Membiasakan syukur atas nikmat yang dimiliki.
(4) Mendoakan kebaikan bagi orang lain.
(5) Memperbanyak zikir dan muhasabah diri.
(1) Meluruskan niat sebelum dan sesudah beramal.
(2) Menyadari bahwa pujian manusia tidak menentukan nilai amal di sisi Allah SWT.
(3) Membiasakan syukur atas nikmat yang dimiliki.
(4) Mendoakan kebaikan bagi orang lain.
(5) Memperbanyak zikir dan muhasabah diri.
Menjaga hati dari penyakit riya dan hasad adalah
perjuangan seumur hidup. Setiap muslim harus terus
melatih keikhlasan dan kebersihan hati agar amal yang
dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Doa Agar Dibersihkan dari Penyakit Hati
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْحَسَدِ
وَاجْعَلْ أَعْمَالَنَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ
Artinya: “Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari riya dan
hasad, serta jadikan amal-amal kami ikhlas karena-Mu.”
Semoga Allah SWT menjaga hati kita dari penyakit-penyakit
batin, menanamkan keikhlasan dalam setiap amal, dan
menghiasi hidup kita dengan ketenangan serta keberkahan.
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Habib Ismail Al Qadri