Home Playlist Login
Kultum 29 Dec 2025

Menjaga Lisan dan Etika Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Simpan
Menjaga Lisan dan Etika Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Lisan adalah nikmat besar yang Allah SWT berikan kepada manusia. Dengan lisan, manusia dapat berkomunikasi, menyampaikan kebaikan, menasihati, dan mengajak kepada jalan yang benar. Namun pada saat yang sama, lisan juga dapat menjadi sumber kerusakan apabila tidak dijaga dengan baik.
Banyak konflik keluarga, perselisihan masyarakat, bahkan perpecahan umat bermula dari ucapan yang tidak dijaga. Kata-kata yang keluar dari lisan seringkali lebih melukai daripada perbuatan fisik. Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap adab berbicara dan etika sosial.
Landasan Al-Qur’an tentang Menjaga Lisan
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: “Tidak ada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap kata yang keluar dari mulut manusia tidak pernah sia-sia. Semuanya dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban. Kesadaran ini seharusnya membuat seorang muslim berhati-hati sebelum berbicara, terutama ketika sedang emosi atau berbeda pendapat.
Landasan Hadis tentang Bahaya Lisan
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memberikan kaidah sederhana namun sangat mendasar dalam etika berbicara. Jika ucapan membawa kebaikan, maka sampaikanlah. Namun jika ucapan berpotensi menyakiti, menimbulkan fitnah, atau memperkeruh suasana, maka diam adalah pilihan terbaik.
Bentuk-bentuk Lisan yang Tidak Terjaga
(1) Berkata kasar dan menyakiti perasaan orang lain.
(2) Menggunjing dan membicarakan aib orang lain.
(3) Menyebarkan berita bohong atau belum jelas kebenarannya.
(4) Merendahkan, menghina, atau mencemooh sesama.
(5) Mengadu domba yang merusak hubungan sosial.
Islam melarang seluruh bentuk ucapan tersebut karena dampaknya sangat merusak hubungan antarindividu dan keharmonisan masyarakat. Banyak dosa besar berawal dari lisan yang tidak dikendalikan.
Etika Sosial dalam Islam
Etika sosial adalah adab seorang muslim dalam berinteraksi dengan orang lain. Islam mengajarkan untuk bersikap lemah lembut, menghormati perbedaan, dan menjaga perasaan sesama. Akhlak yang baik dalam bermasyarakat adalah cerminan dari keimanan seseorang.
Pengaruh Media Sosial terhadap Lisan
Di era digital, lisan tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga tulisan, komentar, dan unggahan di media sosial. Setiap tulisan memiliki dampak yang sama dengan ucapan lisan. Oleh karena itu, etika berbicara juga berlaku dalam dunia digital.
Seorang muslim harus bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpancing emosi, dan tidak menyebarkan konten yang mengandung kebencian, fitnah, atau provokasi.
Dampak Menjaga Lisan
Menjaga lisan akan melahirkan ketenangan dalam diri, keharmonisan dalam keluarga, serta kepercayaan dalam masyarakat. Orang yang lisannya terjaga akan dihormati dan dipercaya oleh lingkungannya.
Doa Agar Dijaga Lisan
اللَّهُمَّ احْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ وَاجْعَلْ كَلَامَنَا ذِكْرًا وَحِكْمَةً
Artinya: “Ya Allah, jagalah lisan kami dari dusta dan ghibah, dan jadikanlah ucapan kami sebagai zikir dan hikmah.”
Semoga dengan menjaga lisan dan etika sosial, Allah SWT menjadikan kita pribadi yang membawa ketenangan, kedamaian, dan kebaikan di mana pun kita berada.
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!