Tarhib Ramadhan
Menyambut Bulan Suci dengan Ilmu, Iman, dan Persiapan Total
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita umur,
kesehatan, dan kesempatan untuk kembali bertemu
dengan bulan yang paling mulia, bulan yang penuh rahmat,
ampunan, dan pembebasan dari api neraka, yaitu bulan
Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat,
dan seluruh umatnya yang menyambut Ramadhan dengan
hati yang rindu, jiwa yang siap, dan amal yang maksimal.
Hadirin yang dimuliakan Allah, Tarhib Ramadhan adalah
seruan iman. Seruan agar umat Islam tidak memasuki
Ramadhan dalam keadaan lalai, tetapi dengan persiapan
yang matang, sebagaimana tamu agung yang disambut
dengan penuh penghormatan.
Banyak orang masuk Ramadhan tanpa persiapan, sehingga
keluar dari Ramadhan tanpa perubahan. Maka Tarhib
Ramadhan hadir agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna
dan lebih membekas dalam hidup kita.
Ramadhan: Bulan Pilihan Allah
Allah SWT memilih Ramadhan di antara dua belas bulan.
Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan, pintu surga dibuka,
pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi bulan
pendidikan iman. Selama sebulan penuh, seorang muslim
dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan,
dan memperbanyak amal kebaikan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-
orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan utama Ramadhan adalah takwa. Maka siapa yang
menjalani Ramadhan tanpa perubahan akhlak dan
ketaatan, ia telah kehilangan ruh Ramadhan itu sendiri.
Persiapan Ruhiyah, Fikriyah, dan Amaliyah
Hadirin yang dirahmati Allah, para ulama mencontohkan
bahwa menyambut Ramadhan dimulai jauh hari sebelumnya.
Mereka mempersiapkan hati, ilmu, dan amal agar ketika
Ramadhan datang, mereka tidak kaget dan tidak lalai.
Persiapan ruhiyah meliputi taubat nasuha, membersihkan
hati dari dendam, iri, dan penyakit hati lainnya. Hati yang
kotor akan berat menjalani ibadah Ramadhan.
Persiapan fikriyah berarti memahami hukum puasa,
shalat tarawih, zakat fitrah, dan adab Ramadhan agar
ibadah dilakukan dengan benar dan bernilai.
Persiapan amaliyah adalah melatih diri dengan puasa
sunnah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, dan
membiasakan shalat malam.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ
Artinya: “Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan
dan tolonglah kami di dalamnya untuk berpuasa dan
mendirikan shalat.”
Menjadikan Ramadhan sebagai Titik Perubahan
Ramadhan tidak datang setiap saat. Ia datang setahun
sekali dan belum tentu kita diberi kesempatan bertemu
dengannya lagi. Oleh karena itu, Ramadhan harus memiliki
target yang jelas dalam hidup kita.
Target Ramadhan bukan hanya khatam Al-Qur’an, tetapi
juga perubahan sikap, peningkatan shalat, dan
bertambahnya kepedulian sosial.
Ramadhan yang sukses adalah Ramadhan yang
meninggalkan bekas setelah ia pergi: shalat tetap
terjaga, akhlak tetap baik, dan dosa semakin dijauhi.
Target Praktis Ramadhan
(1) Menjaga shalat lima waktu dan berjamaah.
(2) Tilawah Al-Qur’an secara konsisten.
(3) Mengendalikan lisan dan emosi.
(4) Memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial.
(5) Menjadikan Ramadhan sebagai titik hijrah diri.
(1) Menjaga shalat lima waktu dan berjamaah.
(2) Tilawah Al-Qur’an secara konsisten.
(3) Mengendalikan lisan dan emosi.
(4) Memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial.
(5) Menjadikan Ramadhan sebagai titik hijrah diri.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
وَتَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan dan
terimalah puasa serta shalat malam kami.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ رَمَضَانَ هَذَا
نُقْطَةَ تَغْيِيرٍ فِي حَيَاتِنَا
Artinya: “Ya Allah, jadikan Ramadhan ini sebagai titik
perubahan dalam kehidupan kami.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Habib Ismail Al Qadri