Rasulullah ﷺ sebagai Pendidik Keluarga
dan Pembentuk Generasi Berakhlak
(Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ)
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ
sebagai pembimbing umat manusia, bukan hanya dalam
urusan ibadah, tetapi juga dalam membangun keluarga,
mendidik anak, dan membentuk peradaban.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau,
para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah
mengikuti jejak langkah beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah, pada malam yang penuh
berkah ini kita memperingati Maulid Nabi ﷺ. Namun mari
kita renungkan bersama, mengapa umat Islam hari ini
banyak menghadapi krisis generasi, krisis keluarga, dan
krisis akhlak, padahal kita memiliki teladan terbaik,
yaitu Rasulullah ﷺ.
Maulid Nabi ﷺ seharusnya tidak berhenti pada perayaan,
tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali
nilai pendidikan Rasulullah ﷺ dalam rumah tangga dan
dalam membina anak-anak kita.
Rasulullah ﷺ sebagai Pendidik Umat
Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang nabi dan rasul, tetapi
juga seorang pendidik sejati. Beliau mendidik manusia
bukan dengan paksaan, tetapi dengan keteladanan,
kesabaran, dan kasih sayang.
Beliau mendidik para sahabat dari berbagai latar belakang:
ada yang miskin, kaya, budak, bangsawan, laki-laki,
perempuan, tua, dan muda. Semua dibina dengan pendekatan
yang sesuai, sehingga lahirlah generasi terbaik umat ini.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan
yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat ini menegaskan bahwa metode pendidikan Rasulullah ﷺ
adalah teladan. Beliau mengajarkan shalat dengan shalat,
kejujuran dengan kejujuran, dan kesabaran dengan
kesabaran.
Rasulullah ﷺ sebagai Suami dan Kepala Keluarga
Hadirin yang dimuliakan Allah, Rasulullah ﷺ adalah teladan
terbaik dalam kehidupan rumah tangga. Beliau tidak pernah
kasar kepada istri, tidak pernah merendahkan, dan tidak
pernah menggunakan kekuasaan sebagai alat penindasan.
Beliau membantu pekerjaan rumah, memperlakukan istri
dengan penuh penghormatan, dan menjadikan rumah
sebagai tempat pendidikan iman dan akhlak.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik
kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik
kepada keluargaku.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi tamparan bagi siapa pun yang rajin
ibadah di masjid, tetapi kasar di rumah. Ukuran kebaikan
seseorang di sisi Allah salah satunya terlihat dari
perlakuannya kepada keluarga.
Jika Maulid Nabi ﷺ kita rayakan, maka seharusnya rumah
tangga kita semakin lembut, komunikasi semakin baik,
dan anak-anak semakin merasakan kasih sayang orang tua.
Maulid Nabi ﷺ dan Tanggung Jawab Mendidik Generasi
Hari ini kita menghadapi tantangan besar dalam mendidik
anak-anak. Pengaruh media, pergaulan bebas, dan krisis
keteladanan membuat banyak anak kehilangan arah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa pendidikan anak bukan
hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab
utama orang tua. Anak belajar lebih banyak dari apa
yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)
Maulid Nabi ﷺ harus melahirkan kesadaran baru: bahwa
meneladani Rasulullah ﷺ berarti serius membangun
keluarga yang beriman dan generasi yang berakhlak.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ بُيُوتَنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا
وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا
Artinya: “Ya Allah, perbaikilah rumah tangga kami dan
keturunan kami, serta jadikan mereka penyejuk mata
bagi kami.”
اللَّهُمَّ أَحْيِ فِينَا سُنَّةَ نَبِيِّكَ
وَاجْعَلْ أَوْلَادَنَا مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Allah, hidupkanlah sunnah Nabi-Mu dalam
diri kami dan jadikan anak-anak kami termasuk orang-orang
yang saleh.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Habib Ismail Al Qadri