Home Playlist Login
Ceramah 29 Dec 2025

Rasulullah sebagai Pendidik Keluarga dan Pembentuk Generasi Berakhlak

Simpan
Rasulullah ﷺ sebagai Pendidik Keluarga dan Pembentuk Generasi Berakhlak (Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ)
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai pembimbing umat manusia, bukan hanya dalam urusan ibadah, tetapi juga dalam membangun keluarga, mendidik anak, dan membentuk peradaban.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti jejak langkah beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah, pada malam yang penuh berkah ini kita memperingati Maulid Nabi ﷺ. Namun mari kita renungkan bersama, mengapa umat Islam hari ini banyak menghadapi krisis generasi, krisis keluarga, dan krisis akhlak, padahal kita memiliki teladan terbaik, yaitu Rasulullah ﷺ.
Maulid Nabi ﷺ seharusnya tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai pendidikan Rasulullah ﷺ dalam rumah tangga dan dalam membina anak-anak kita.
Rasulullah ﷺ sebagai Pendidik Umat
Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang nabi dan rasul, tetapi juga seorang pendidik sejati. Beliau mendidik manusia bukan dengan paksaan, tetapi dengan keteladanan, kesabaran, dan kasih sayang.
Beliau mendidik para sahabat dari berbagai latar belakang: ada yang miskin, kaya, budak, bangsawan, laki-laki, perempuan, tua, dan muda. Semua dibina dengan pendekatan yang sesuai, sehingga lahirlah generasi terbaik umat ini.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat ini menegaskan bahwa metode pendidikan Rasulullah ﷺ adalah teladan. Beliau mengajarkan shalat dengan shalat, kejujuran dengan kejujuran, dan kesabaran dengan kesabaran.
Rasulullah ﷺ sebagai Suami dan Kepala Keluarga
Hadirin yang dimuliakan Allah, Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam kehidupan rumah tangga. Beliau tidak pernah kasar kepada istri, tidak pernah merendahkan, dan tidak pernah menggunakan kekuasaan sebagai alat penindasan.
Beliau membantu pekerjaan rumah, memperlakukan istri dengan penuh penghormatan, dan menjadikan rumah sebagai tempat pendidikan iman dan akhlak.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi tamparan bagi siapa pun yang rajin ibadah di masjid, tetapi kasar di rumah. Ukuran kebaikan seseorang di sisi Allah salah satunya terlihat dari perlakuannya kepada keluarga.
Jika Maulid Nabi ﷺ kita rayakan, maka seharusnya rumah tangga kita semakin lembut, komunikasi semakin baik, dan anak-anak semakin merasakan kasih sayang orang tua.
Maulid Nabi ﷺ dan Tanggung Jawab Mendidik Generasi
Hari ini kita menghadapi tantangan besar dalam mendidik anak-anak. Pengaruh media, pergaulan bebas, dan krisis keteladanan membuat banyak anak kehilangan arah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab utama orang tua. Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Maulid Nabi ﷺ harus melahirkan kesadaran baru: bahwa meneladani Rasulullah ﷺ berarti serius membangun keluarga yang beriman dan generasi yang berakhlak.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ بُيُوتَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا
Artinya: “Ya Allah, perbaikilah rumah tangga kami dan keturunan kami, serta jadikan mereka penyejuk mata bagi kami.”
اللَّهُمَّ أَحْيِ فِينَا سُنَّةَ نَبِيِّكَ وَاجْعَلْ أَوْلَادَنَا مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Allah, hidupkanlah sunnah Nabi-Mu dalam diri kami dan jadikan anak-anak kami termasuk orang-orang yang saleh.”
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!