Home Playlist Login
Kultum 29 Dec 2025

Tanggung Jawab Moral di Era Digital

Simpan
Tanggung Jawab Moral di Era Digital
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Media sosial, aplikasi pesan, dan berbagai platform digital memberikan kemudahan luar biasa, namun juga membawa tantangan besar terhadap tanggung jawab moral manusia.
Di era digital, setiap orang dapat menjadi penyebar informasi, pendapat, dan bahkan pengaruh. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi tidak berubah menjadi sumber kerusakan akhlak, perselisihan, dan fitnah di tengah masyarakat.
Landasan Al-Qur’an tentang Tanggung Jawab
وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ
Artinya: “Dan tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Ash-Shaffat: 24)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia, termasuk aktivitas di dunia digital, tidak akan luput dari pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Setiap unggahan, komentar, dan pesan yang disebarkan akan dicatat dan dipertanyakan kelak.
Landasan Hadis tentang Amanah
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa setiap muslim adalah pemimpin atas dirinya sendiri. Di era digital, kepemimpinan ini tercermin dari cara seseorang menggunakan teknologi, apakah untuk kebaikan atau justru menimbulkan mudarat.
Bentuk Tanggung Jawab Moral di Dunia Digital
(1) Menyaring informasi sebelum membagikannya agar tidak menyebarkan hoaks atau fitnah.
(2) Menjaga adab dalam berkomentar dan berdiskusi, meskipun berbeda pendapat.
(3) Menghindari konten yang mengandung kebencian, provokasi, dan permusuhan.
(4) Menggunakan media digital untuk menyebarkan kebaikan, ilmu, dan inspirasi.
(5) Menjaga privasi diri dan orang lain dari penyalahgunaan.
Islam melarang penyebaran berita tanpa tabayyun, karena dapat menimbulkan kerusakan sosial yang luas. Dunia digital yang tidak dibarengi tanggung jawab moral akan menjadi ladang dosa yang terus mengalir.
Bahaya Penyalahgunaan Media Digital
Penyalahgunaan media digital dapat melahirkan kecanduan, hilangnya empati sosial, dan rusaknya hubungan antarmanusia. Banyak konflik bermula dari kesalahpahaman di dunia maya yang kemudian merembet ke dunia nyata.
Oleh karena itu, setiap muslim harus mampu mengendalikan dirinya dalam menggunakan teknologi, tidak larut dalam emosi, dan selalu mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan digitalnya.
Membangun Etika Digital Islami
Etika digital Islami dibangun dengan niat yang baik, adab yang santun, serta kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi. Dengan etika ini, dunia digital dapat menjadi sarana dakwah, silaturahmi, dan kebaikan bersama.
Doa Agar Dijaga dari Kesalahan di Dunia Digital
اللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنْ شَرِّ أَلْسِنَتِنَا وَأَقْلَامِنَا وَاجْعَلْ مَا نَقُولُهُ وَنَكْتُبُهُ خَيْرًا
Artinya: “Ya Allah, jagalah kami dari keburukan lisan dan tulisan kami, dan jadikan apa yang kami ucapkan dan tuliskan sebagai kebaikan.”
Semoga Allah SWT membimbing kita agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab secara moral di era digital, mampu menggunakan teknologi sebagai sarana kebaikan, serta terhindar dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Disusun oleh:
Habib Ismail Al Qadri
Kembali ke Daftar

Diskusi

Ingin bergabung dalam diskusi?

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Login Sekarang

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berbagi pemikiran!